SMK Airlangga Balikpapan

Jl. Letjend. S.Parman No.14 Gn.Guntur Balikpapan Tengah 76122

Learning Community Center

Peringatan Hari Malaria Sedunia 2019, Pesan WHO & Fakta Kasus Malaria di Indonesia

Kamis, 25 April 2019 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 96 Kali

Setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Pada peringatan Hari Malaria Sedunia 2019 yang jatuh pada hari ini, organisasi kesehatan dunia WHO mengusung tema "Zero Malaria Starts with Me" yang berarti "Nol Malaria Dimulai dari Saya". WHO melalui laman resminya mengingatkan pentingnya gerakan kampanye di Hari Malaria Sedunia 2019. Setelah lebih dari satu dekade perang terhadap penyakit malaria, saat ini justru tidak terlihat kemajuan dalam menekan jumlah kematian akibat malaria. Menurut laporan terbaru WHO, tidak ada keuntungan signifikan yang dicapai dalam mengurangi kasus malaria pada periode 2015 hingga 2017. Perkiraan jumlah kematian malaria pada 2017, dengan angka 435.000 jiwa, tetap tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, diperlukan tindakan mendesak untuk mendapatkan respons global terhadap malaria. Tantangan itu terutama ada di negara-negara yang paling terkena dampak malaria.

Pada Hari Malaria Sedunia 2019, WHO bergabung dengan Kemitraan RBM untuk mengakhiri kasus malaria di berbagai negara. Selain itu bergabung pula Komisi Uni Afrika dan organisasi mitra lainnya dalam mempromosikan "Zero Malaria Starts with Me". Tema Hari Malaria Sedunia 2019 itu menjadi sebuah kampanye akar rumput yang bertujuan untuk menjaga agar kasus malaria tetap diperhatikan dalam agenda tiap negara. Termasuk memobilisasi tambahan sumber daya serta memberdayakan masyarakat untuk mengambil kepemilikan dalam hal pencegahan dan perawatan penyakit malaria.

Fakta-fakta Seputar Malaria

Jika dideteksi sejak dini sebenarnya penyakit malaria bisa diatasi. Tetapi seringkali penyakit ini menginfeksi di daerah terpencil sehingga pasien tidak langsung mendapatkan penanganan medis. Angka kesembuhan juga tinggi jika pasien patuh mengonsumsi obat.

Berikut fakta-fakta seputar penyakit malaria yang dikutip dari Kompas.com:

Beberapa statistik menyebutkan malaria menyebabkan kematian setengah juga orang setiap tahun di seluruh dunia, dan korban terbanyak adalah anak-anak.

Gejala awal malaria mirip seperti flu. Sakit kepala dan demam merupakan beberapa gejalanya. Jangan abaikan gejala tersebut jika Anda baru bepergian ke tempat rawan malaria, seperti rawa atau pesisir pantai.

Penyakit malaria mudah menyebar ketika iklim menjadi lembab dan hangat. Jika ibu hamil terinfeksi, janin di kandungannya juga terinfeksi. Selain itu, virus malaria juga menyebabkan berat bayi lahir rendah. Penyakit malaria tidak menular antarmanusia. Menyentuh orang yang terinfeksi tidak akan menyebarkan infeksinya. Parasit malaraia bermutasi dengan cepat sehingga peneliti masih belum bisa membuat vaksinnya.

Kasus Malaria di Indonesia

Kasus malaria di Indonesia juga masih memprihatinkan. Situs resmi Kementerian Kesehatan RI melansir data tahun 2018 lalu. Disebutkan masih terdapat 10,7 juta penduduk yang tinggal di daerah endemis menengah dan tinggi malaria. Daerah tersebut terutama meliputi Papua, Papua Barat, dan NTT.

 

Pada 2017, dari jumlah 514 kabupaten/kota di Indonesia, 266 (52%) di antaranya wilayah bebas malaria, 172 kabupaten/kota (33%) endemis rendah, 37 kabupaten/kota (7%) endemis menengah, dan 39 kabupaten/kota (8%) endemis tinggi.

Saat ini pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah on the track dalam upaya eliminasi malaria pada 2030. Pada tahun 2016 jumlah kab/kota eliminasi malaria sebanyak 247 dari target 245. Pada 2017 pemerintah berhasil memperluas daerah eliminasi malaria yakni 266 kabupaten/kota dari target 265 kabupaten/kota. Sementara tahun 2018 ditargetkan sebanyak 285 kabupaten/kota yang berhasil mencapai eliminasi, dan 300 kabupaten/kota pada 2019.

Selain itu, pemerintah menargetkan tidak ada lagi daerah endemis tinggi malaria di 2020. Pada 2025 semua kabupaten/kota mencapai eliminasi, 2027 semua provinsi mencapai eliminasi, dan 2030 Indonesia mencapai eliminasi. Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografi tertentu.

Maksudnya, kasus malaria masih ada namun bukan didapat di daerah tersebut, dan bisa jadi masih ditemukan nyamuk penular malarianya, sehingga tetap dibutuhkan kewaspadaan petugas kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk mencegah penularan kembali.

Pekan Kelambu Anti Nyamuk

Upaya pemerintah dalam memperluas wilayah bebas malaria di antaranya dilakukan melalui pekan kelambu anti nyamuk massal dan pemantauan penggunaannya. Secara nasional, jumlah kelambu yang didistribusikan untuk seluruh Indonesia sejak tahun 2004 sampai 2017 sebanyak 27,6 juta kelambu.

Secara umum upaya yang efektif mencegah malaria adalah tidur menggunakan kelambu, penyemprotan dinding rumah, dan menggunakan repellent. Sementara upaya lainnya adalah dengan manajemen lingkungan, termasuk menebarkan ikan pemakan jentik, seperti ikan mujair dan cupang. Dilakukan pula pelatihan tenaga untuk malaria bagi (dokter, perawat, analis, kader, petugas surveilans, etomolog), dan penyediaan alat diagnostik dan obat anti malaria yaitu artemisinin based-combination therapy (ACT).

 

 

(Sumber : http://kaltim.tribunnews.com)

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Saeful, S.Pd

Assalamualaikum Wr.Wb Alhamdulillah segala Pujian dan  syukur selalu  kita  panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena Berkat dan Rahmat Nya,…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Apakah menurut anda tampilan website ini sudah menarik ?

LIHAT HASIL